SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM / TEKNOLOGI INFORMASI

 SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM / TEKNOLOGI INFORMASI


Manusia telah hidup semenjak 209 ribu tahun yang lalu, semenjak dari itu manusia terus berkembang dan mulai berkomunikasi terhadap sesama manusia. Komunikasi menjadi satu alat yang sangat penting bagi peradaban manusia, dan untuk berkomunikasi manusia atau mahluk lainnya pun butuh sesuatu yang sama-sama dimiliki yaitu bahasa. Bahasa yang sama dan dimengerti oleh satu sama lain, tidak pernah berubah tetapi terus berkembang sejalan dengan intelektualitas manusia yang semakin meningkat. Bahasa dapat berupa angka, alfabet, simbol. maupun isyarat. Sudah banyak bukti tentang bahasa(cara berkomunikasi) yang ditunjukkan pada peninggalan sejarah. Walaupun mungkin manusia memiliki bahasa yang berbeda disetiap lingkungan, tetapi bahasa tetap mempunyai satu fungsi yang sama yaitu menyatukan dan memajukan masyarakatnya. Bahasa terus berevolusi dari bahasa yang digunakan untuk konteks lingkungan yang kecil seperti desa sampai menjadi bahasa nasional yang menjadi bahasa utama atau wajib setiap negara.

Dengan masyarakat yang semakin menyadari pentingnya komunikasi, banyak para inventor yang membuat alat komunikasi seperti pada tahun 1876 Melvyl Dewey mengembangkan sistem penulisan Desimal.

Lalu pada tahun 1877 Alexander Graham Bell mengembangkan telepon yang dipergunakan secara umum. Dari eksistensi telepon yang pada zaman dahulu hanya tersedia di institusi pemerintahan atau perkantoran, sampai mulai digunakan untuk setiap rumah, hingga sekarang ini digunakan oleh setiap orang. Dari yang cara penggunaannya menghubungi operator kepada siapa kita akan melakukan panggilan, sampai mulai menggunakan nomer telepon masing-masing. Dari yang cara penggunaannya diputar, lalu ditekan, sampai disentuh.


Pada tahun  itu juga fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge. Pada tahun 1899 telah dipergunakan sistem penyimpanan dalam tape (pita) magnetis untuk yang pertama. Dan memberikan inspirasi pada  Zvorkyn untuk menciptakan tabung TV (Televisi) yang pertama pada tahun 1923. Dan internet pertama kali diciptakan oleh ARPANET tahun 1969.

Pada 1972 Ray Tomlinson  menciptakan aplikasi surat elektrolik yang pertama, lalu pada 1982 kata “email” pertama kali digunakan.  Email digunakan untuk mengirimkan pesan lewat internet.

Menurut Daniel Chandler dan Rod Munday dalam A Dictionary of Media and Communication (2011 : 211), bahwa teknologi informasi secara umum bersinonim dengan komputer dan jaringan komputer namun lebih luas dalam hal perancangan berbagai teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan/atau mendistribusikan informasi secara elektronik termasuk di dalamnya televisi dan telepon.

        Beberapa industri yang dihubungkan dengan teknologi informasi adalah perangkat keras komputer, perangkat lunak, elektronik, semikonduktor, internet, telekomunikasi, dan e-commerce. Adapun yang termasuk ke dalam teknologi informasi adalah teknologi komputer, teknologi komunikasi, teknologi telekomunikasi, sistem komunikasi optik, teknologi komunikasi satelit,  teknologi komunikasi komputer, dan teknologi CD dan DVD.

        Pertukaran informasi dan keterikatan manusia dengan manusia yang memicu pembuatan komputer. Komputer dibuat untuk membuat kalkulasi matematikan yang kompleks jadi memudahkan pekerjaan manusia. Charles Babbage adalah Bapak Komputer, Babbage adalah orang pertama yang membuat komputer, sedangkan  Alan Turing adalah Bapak Komputer Modern, Turing membuat komputer modern pertama kalinya untuk membantu Inggris memenangan perang melawan Jerman.

        Dengan berkembangnya zaman teknologi informasi yang merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) terus menawarkan berbagai konten yang berupa elektronik yang dapat dipergunakan di perangkat smartphone dan komputer seperti e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dll.

        Teknologi informasi lahir beriringan dengan kelahiran peradaban manusia. Manusia cenderung untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi agar dapat berkomunikasi dengan lebih cepat dan lebih baik. Dari beberapa literatur, sejarah perkembangan teknologi informasi dapat dibagi ke dalam 4 (empat) era yaitu era pra-mekanis, era mekanis, era elektromekanis, dan era elektronik. Beberapa era diantaranya masih memberikan pengaruhnya kepada kehidupan manusia hingga kini.

 1. Perjalanan Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi

1.      Era Pra-Mekanis

        Era pra-mekanis adalah era dimana manusia pertama kali mulai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi atau gambar di dinding goa. Selain ditemukannya sistem huruf atau alfabet dan sistem angka,  beberapa teknologi lain yang ditemukan pada era ini adalah kertas, pena, buku, dan kalkulator.

        Sejarah perkembangan teknologi informasi pada era pra-mekanis berlangsung antara tahun 3000 SM hingga 1450 M. Pada tahun 3000 SM, Bangsa Sumeria di Mesopotamia telah mengembangkan tulisan pertama. Sebelum tulisan ditemukan, bangsa Sumeria berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang mereka catat dengan menggunakan gambar sederhana. Mereka menulis di atas lempengan tanah liat dan kemudian mengembangkan naskah yang kita kenal sebagai runcing atau berbentuk baji. 

        Kemudian, sekitar tahun 2600 SM, bangsa Mesir kuno mulai menulis pada daun papirus. Bangsa Mesir Kuno juga merupakan bangsa yang pertama kali menemukan sistem angka. Selanjutnya, sekitar tahun 2000 SM, bangsa Fenesia yang menempati sepanjang pantai Laut Mediterania menciptakan berbagai simbol-simbol. Alfabet Fenesia sendiri baru dikembangkan pada sekitar tahun 1200 SM yang berasal dari prototipe Bangsa Semit. Alfabet Fenesia merupakan akar bagi alphabet Yunani yang kita kenal sekarang. Dengan ditemukannya sistem alphabet dan kertas, manusia kemudian mencoba untuk menyimpan apa yang mereka tulis ke dalam tempat penyimpanan. Di sinilah buku dan perpustakaan pertama mulai berkembang.

2.      Era Mekanis

        Era mekanis adalah era dimana kita pertama kali mulai melihat kaitan antara teknologi yang kita gunakan pada era kini dan era lalu. Era mekanis pada perkembangan teknologi informasi berlangsung antara tahun 1450 hingga 1840. Era mekanis adalah era dimana ledakan informasi terjadi untuk pertama kalinya. Hal ini ditandai dengan  ditemukannya mesin cetak oleh Johann Gutenberg dan perkembangan buku. Berbagai teknologi baru lain yang juga dikembangkan pada era mekanis adalah komputer. Selain itu, teknologi lainnya yang juga ditemukan pada era mekanis adalah Pascaline yaitu komputer mekanis yang sangat terkenal yang ditemukan oleh Blaise Pascal. Selain berbagai temuan-temuan teknologi baru, berbagai mesin yang berbeda pun diciptakan pada era mekanis misalnya kalkulator.  

3.      Era Elektromekanis

        Era elektromekanis merupakan era dimulainya telekomunikasi yang kita kenal sekarang. Telekomunikasi adalah alat dan teknik yang digunakan untuk transmisi informasi jarak jauh melalui kabel atau radio/satelit tanpa merusak atau hilang karena gangguan. Era elektromekanis sendiri berlangsung selama satu abad yaitu antara tahun 1840 hingga 1940. Beberapa teknologi revolusioner ditemukan pada era elektromekanis seperti batere volta pada akhir abad 18, telegraf di tahun 1800an, kode Morse diciptakan di tahun 1835 oleh Samuel Morse, telepon di tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell, radio diciptakan oleh Guglielmo Marconi di tahun 1894, dan lain-lain. Teknologi lain yang ditemukan pada era elektromekanis adalah komputer digital. Komputer digital otomatis berskala besar pertama dibuat di Amerika Serikat dengan nama Mark 1 yang diciptakan oleh Universitas Harvard sekitar tahun 1940.  

4.      Era Elektronik

        Era elektronik adalah era yang kita jalani saat ini. Era elektronik berlangsung sejak tahun 1940 hingga kini. Beberapa temuan penting pada era elektronik adalah komputer berkecepatan tinggi pertama yang menggunakan tabung hampa yang bernama ENIAC, program penyimpanan komputer pertama, komputer komersial pertama yang bernama UNIVAC, dan berbagai evolusi teknologi komputer, teknologi komunikasi satelit, dan sistem komunikasi serat optik.  

        Era elektronik telah melahirkan era baru yaitu era informasi. Era informasi ditandai dengan perpindahan industri tradisional ke industri ekonomi berdasarkan digitalisasi informasi. Era informasi seringkali diasosiasikan dengan revolusi digital sebagaimana revolusi industri terkait dengan era industri. Menilik sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan perkembangan alat komunikasi berdasarkan teori media baru atau teori new media, maka Internet merupakan teknologi informasi dan komunikasi paling mutakhir yang ditemukan oleh manusia. Konsep tentang  internet dimulai pada awal tahun 1960an, namun Internet sendiri ditemukan bersamaan dengan penemuan World Wide Web di tahun 1989 oleh Tim Berners-Lee dan dikenalkan ke seluruh dunia pada tahun 1991. Internet kemudian menjadi sebuah jaringan yang sangat mudah diakses. Internet kini telah menjadi sebuah platform global untuk mengakselerasi arus informasi.

        Di era globalisasi seperti sekarang, orang di seluruh dunia dapat melakukan apa saja dengan memanfaatkan teknologi internet. Melalui internet, kita dapat mencari beragam jenis-jenis informasi serta hiburan yang kita butuhkan, kita dapat melakukan komunikasi online dengan orang yang terpisah  jauh secara geografis, kita dapat bekerja secara online tanpa perlu hadir di kantor, kita juga dapat belanja melalui situs toko online yang kini semakin menjamur, kita dapat pesan makanan melalui aplikasi, kita dapat melakukan ujian secara online, dan lain sebagainya. Berbagai kemudahan yang kini hadir dalam kehidupan kita terjadi sebagai akibat dari kehadiran internet sebagai media komunikasi. Internet telah mengubah pola komunikasi kita menjadi komunikasi modern karena kini kita menggunakan berbagai media komunikasi modern ketika berkomunikasi ataupun bertransaksi dengan orang lain. 

2.      Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi

Bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali ditemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern.

    Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an. 

1.      Perkembangan Teknologi Era Komputerisasi

        Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa.

2.      Era Kemajuan Teknologi Informasi

        Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing) pada suatu perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monopoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual.

3.      Perkembangan Teknologi Era Globalisasi Informasi

        Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial.

        Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang.

4.      Akibat Kemajuan Teknologi "Perubahan Pola Pikir Sebagai Syarat"

        Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang hancur ditelan krisis saat ini.



Sumber:

  1. https://pakarkomunikasi.com/sejarah-perkembangan-teknologi-informasi
  2. https://disperkimta.bulelengkab.go.id/artikel/perkembangan-teknologi-informasi-78

  3. https://syifamss.wordpress.com/2016/10/04/sejarah-perkembangan-sistem-dan-teknologi-informasi/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Nana Wijaya Kusuma Blog Design by Ipietoon