Keragaman
Budaya Lampung
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Lampung merupakan salah
satu nama provinsi Indonesia yang terletak di pulau
Sumatera. Letak provinsi Lampung berada di bagian paling selatan pulau
Sumatera dengan ibukota Bandar Lampung. Lampung memiliki potensi alam yang
sangat beragam. Dalam artikel kali ini, saya akan membagikan sejarah singkat,
asal-usul, kebudayaan, tradisi, dan banyak lagi tentang Lampung kepada
teman-teman. Diharapkan dengan ini teman-teman dapat mengenal Lampung
dalam segi budayanya.
Mari kita mulai dengan....
1. Sejarah Singkat Lampung
Secara astronomis terletak antara 103º 40' - 105º 50'
BT dan 6º 45' - 3º 45' LS. Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan
ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi
Undang-Undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan
Karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 maret
1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi
Sumatera Selatan, tapi daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah
menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri
yang dapat menambah khasanah adat budaya di Nusantara yang tercinta ini. Oleh
karena itu pada zaman VOC daerah Lampung tidak terlepas dari incaran penjajahan
Belanda.
2 2. Asal-Usul Lampung
Asal-usul ulun Lampung (orang Lampung) erat
kaitannya dengan istilah Lampung sendiri. Pada abad ke VII orang
di negeri Cina sudah membicarakan suatu wilayah di daerah Selatan
(Namphang) dimana terdapat kerajaan yang disebut Tolang Pohwang, To
berarti orang dan Lang Pohwang adalah Lampung. Nama Tolang, Po’hwang
berarti “orang Lampung” atau “utusan dari Lampung” yang datang dari negeri
Cina sampai abad ke 7. Terdapat bukti kuat bahwa Lampung merupakan
bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan menguasai
sebagian wilayah Asia Tenggara termasuk Lampung dan berjaya hingga abad
ke11.
3. Bahasa
Bahasa Lampung, adalah sebuah bahasa yang
dipertuturkan oleh Ulun Lampung di Provinsi Lampung, selatan Palembang dan
pantai barat Banten. Bahasa ini termasuk cabang Sundik, dari rumpun bahasa
Melayu-Polinesia barat dan dengan ini masih dekat berkerabat dengan bahasa
Melayu , dan sebagainya.
4. Pakaian Adat
Pria Lampung memakai pakaian adat berupa tutup kepala,
baju jas dengan leher tertutup, celana panjang dan berkain songket yang
melingkar di pinggang. Sebilah belati terselip didepan perut. Wanitanya memakai
tutup kepala melebar dengan bentuk yang khas. Bajunya disebut kawai sadariah
dan berkain songket.
5.
Rumah Adat
Rumah adat Lampung atau yang bernama Nuwou Sesat
adalah bukti eksistensi suku asli Lampung di masa silam. Rumah Adat Lampung
Nuwou Sesat yang menjadi nama rumah adat Lampung berasal dari 2 kata, yaitu
Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti adat. Nuwou Sesat sebetulnya
memiliki fungsi utama sebagai balai atau tempat pertemuan bagi seluruh warga
kampung (purwatin).
Rumah adat Lampung ini berbentuk panggung dengan bahan
utama berupa kayu atau papan. Struktur rumah panggung pada rumah Nuwou Sesat
pada masa silam ditujukan sebagai upaya untuk menghindari serangan binatang
buas bagi penghuninya. Selain itu, struktur panggung juga sengaja digunakan
sebagai desain rumah tahan gempa.
6.
Makanan Khas
Kebudayaan di lampung juga tidak terlepas dari makanan
khasnya yang luar biasa enak. Beberapa jenis kuliner khas Lampung di antaranya
adalah Seruit, Tempoyak, Sambal Lampung, dan Lapis Legit. Semua jenis kuliner
tersebut hampir pernah didengar oleh masyarakat di berbagai daerah di
Indonesia. Bahkan Lapis Legit, makanan asli Lampung ini sering dijadikan
oleh-oleh meskipun tidak di wilayah Lampung itu sendiri.
v Seruit
Seruit merupakan sajian kuliner berupa ikan yang
digoreng kemudian disajikan bersama sambal terasi atau makanan-makanan lain
seperti tempoyak atau sambal Lampung.
v Tempoyak
Tempoyak adalah salah satu jenis bahan makanan yang
berasal dari fermentasi durian. Tempoyak sering dibuat menjadi sambal dan
disajikan dengan berbagai jenis ikan.
7.
Upacara Pernikahan
Dalam hal perkawinan ada 2 jenis Status Perkawinan,
yaitu:
a. Djujor
Djujor adalah proses dimana Muli yang diambil oleh
Mekhanai untuk menjadi istrinya, maka sang Mekhanai dan Keluarganya harus
menyerahkan atau membayar Uang Adat kepada ahli si Muli berdasarkan permintaan
dari ahli Keluarga si Muli. Sedangkan permintaaan si Muli kepada sang Mekhanai
disebut Kiluan juga harus dibayar atau dipenuhi oleh sang Mekhanai Kiluan yang
menjadi hak si Muli.
b. Pemanda Raja Raja
Pada Semanda Raja Raja awalnya sang pria setelah
pernikahan harus tinggal terlebih dahulu di tempat si wanita dengan tidak
ditentukan masanya, artinya si suami boleh menunggu istrinya di rumah mertuanya
sampai mati atau boleh juga untuk beberapa bulan atau beberapa tahun saja.
Tetapi bisa juga bila keduanya sepakat dan menginginkan tinggal di tempat lain
yang menurut perkiraan mereka akan mendapat kehidupan yang lebih baik maka
keluarga kedua belah pihak tidak boleh menahannya.
8.
Upacara Adat Yang Bersifat Sakral
Upacara jenis ini lebih berhubungan dengan kepercayaan,
alur transendental dan aura mistis. Upacara dan Ritual jenis ini diantaranya:
• Upacara Ngebabali
Upacara jenis ini dilaksanakan saat membuka huma atau
perladangan baru disaat membersihkan lahan untuk ditanami atau pada saat
mendirikan rumah dan kediaman yang baru atau juga untuk membersihkan tempat
angker yang mempunyai aura gaib jahat.
• Upacara
Ngambabekha
Upacara ini dilaksanakan saat hendak Ngusi Pulan
[membuka hutan] untuk dijadikan Pemekonan [Perkampungan] dan perkebunan, karena
diyakini Pulan Tuha [hutan rimba] memiliki penunggunya sendiri. Upacara ini
dilakukan dimaksudkan untuk mengadakan perdamaian dan ungkapan selamat datang
agar tidak saling mengganggu.
• Upacara Ngumbay Lawok
Upacara ini adalah ungkapan syukur masyarakat pesisir atas
hasil laut dan juga untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta agar
diberikan keselamatan saat melaut, dalam ritual ini dikorbankan kepala kerbau
sebagai simbol pengorbanan dan ungkapan terimakasih kepada laut yang telah
memberikan hasil lautnya kepada nelayan.
• Upacara Ngalahumakha
Upacara ini dilaksanakan saat hendak menangkap ikan.
• Upacara Belimau
Upacara ini dilaksanakan saat memasuki Puasa dibulan
suci Ramadhan.
• Upacara Ngebala
Upacara ini dilaksanakan tujuannya sebagai Tulak Bala
agar tehindar dari musibah.
9. Tarian Adat
· Tari Sigeh Pengunten
Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang
merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Melalui Peraturan Daerah, Tari
Sigeh Pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu
penting.
· Tarian Cangget
Tarian Cangget merupakan Tarian yang menggambarkan
pergaulan yang dilakukan oleh muda mudi untuk mencari jodoh. Waktu Tari Cangget
ditarikan biasanya para orang tua memperhatikan dan menilai gerak-gerik mereka
dalam membawakan tarian ini.
· Tarian Bedana
Tarian Bedana merupakan tarian muda mudi yang
dilakukan atas kegembiraan yang dipentaskan di daerah lampung. Tari bedana yang
diyakini bernapaskan agama Islam merupakan tari tradisional, mencerminkan tata
kehidupan masyarakat Lampung yang ramah dan terbuka sebagai simbol persahabatan
dan pergaulan.
· Tari Melinting
Tari Melinting merupakan Tarian yang menjadi aset
Bandar Lampung sejak dahulu kala yang merupakan peninggalan dari Ratu
Melinting. Keagungan Ratu Melinting yang tersohor pada jaman itu. Dimana para
penarinya hanya sebatas putera dan puteri Ratu Melinting yang di pentaskan di
Balai Adat.
· Tari Merak
Tari Merak banyak dipentaskan di seluruh
Indonesia bahkan ada beberapa provinsi juga memiliki Tari Merak. Begitu juga
dengan lampung memiliki tarian merak yang berfungsi untuk penyambutan gelar.
sebuahtari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah. Tarian ini
melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
10. Senjata Tradisional
Ø Senjata Tradisional Terapang
Terapang adalah keris khas Lampung yang kerap digunakan para bangsawan pada
masa silam untuk menjaga diri dari serangan musuh. Adapun untuk masa sekarang,
senjata ini lebih sering digunakan dalam ritual adat, misalnya sebagai
pelengkap pakaian adat pengantin pria Lampung.
Payan adalah semacam tombak dengan gagang yang cukup panjang, yakni sekitar
150 cm sd 180 cm. Mata tombaknya sendiri terbuat dari besi dengan ujung yang
melancip.
Ø Senjata Tradisional Badik
Senjata ini juga sangat populer digunakan masyarakatnya untuk melindungi
diri, baik dari serangan musuh maupun serangan binatang buas. Badik selalu
menemani keseharian pria Lampung, terutama para pria muda yang selalu
menyelipkan senjata tikam ini di ikat pinggangnya.
Ø Senjata Tradisional Candung
Candung adalah sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 sd 50 cm dengan
bilat terbuat dari baja atau logam lainnya, sementara gagangnya terbuat dari
kayu.
11. Musik Tradisional
· Musik Tradisional Tabuh
Salimpat
Musik tabuh salimpat mempunyai ciri yakni instrumen yang digunakan berupa
alat musik tabuh dan petik. Tetapi yang paling terlihat menonjol adalah alat
musik kerenceng dan gambus lunik.
· Musik Butabuh atau Hadra
Hadra terdiri dari 2 bagian atau kelompok yaitu hadra baru dan hadra lama
demikian juga dengan zikirnya yaitu zikir baru dan zikir lama. Hadra lama atau
zikir lama merupakan kesenian tradisional Lampung yang bernafaskan Islam, di
samping alat musik dan syair-syairnya pun seutuhnya merupakan syair-syair
berdzanji atau pujian-pujian terhadap Rosul dan para Syekhnya. Hadra atau zikir
baru merupakan seni Islam yang sudah dikombinasikan dengan syair-syair atau
pantun daerah Lampung baik pantun melayu ataupun pantun daerah Lampung itu
sendiri.
12. Lagu Daerah
ü Caget Agung
ü Tanoh Lado
ü Lipang-Lipang Dang
ü Sang Bumi Ghuwai Jughai
ü Bumi Lampung
ü Muloh Tungga
ü Teluk Lampung
ü Penyandangan
13. Ciri Khas
Menara Siger
Menara Siger yang terletak di Pelabuhan Bakauheni ini merupakan salah satu
ikon Khas Lampung yang dapat terlihat dari pelabuhan Bakauheni, bahkan bagi
anda yang akan berkunjung ke Lampung menggunakan angkutan laut (Armada Kapal Ferry)
dari pelabuhan Merak, Banten, sebelum kapal yang anda tumpangi akan menepi di
Pelabuhan Bakauheni, Menara Siger ini sudah dapat terlihat jelas sekali, bahkan
di Malam hari menara Siger ini dapat anda lihat dengan jelas karena dihiasi
dengan banyak penerangan Lampu.
Demikian yang dapat
saya paparkan mengenai Lampung ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi
yang membaca. Dan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan
kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas karena kurangnya pengetahuan dan
rujukan atau referensi yang berhubungan dengan judul ini. Sekian dan terima
kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





















mantull
BalasHapusmantull
BalasHapusLeh ugha :v
BalasHapusBagoossss paruyyy��
BalasHapusSangat informatif :)
BalasHapusMenuju tak terbatas dan melampauinya...
BalasHapusBagus kok
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusMantap
BalasHapusSaya bangga menjadi salah satu putra daerah lampung , salam sikam anjak lampung tengah
BalasHapussalam kenal ya.. saya dari jakarta. Tapi saya punya kaka yang tinggal di bandar lampung hehe
Hapus